| Contact Center Angkasa pura II Contact Personal 081260592171 |
Thursday, July 18, 2013
Asita SUMUT dan Pihak Terkait Dukung Sesuai Jadwal KNIA Beroprasi
| English: The skyline of Medan, Indonesia (Photo credit: Wikipedia) |

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Sumatera Utara, Solahuddin Nasution menilai langkah PT Angkasa Pura II mengoperasikan Bandara Kualanamu sesuai rencana pada 25 Juli 2013 perlu mendapat dukungan penuh dari semua kalangan."Asita mendukung tidak adanya penundaan lagi terhadap operasional Kualanamu seperti banyak yang diusulkan," katanya di Medan, Kamis (18/7/2013).
Menurut Solahuddin, kalau ditunda lagi antara lain dengan alasan kesiapan jalan arteri dan tol yang belum memadai, maka bisa menunggu beberapa tahun lagi.
"Bayangkan, rencana pembangunan Kualanamu itu sendiri saja baru terwujud setelah 19 tahun. Jadi bayangkan saja ibarat pindah rumah di mana masih tetap saja perbaikan sana-sini," katanya.
Sebagai otoritas bandara, lanjut Solahuddin, PT Angkasa Pura II tentunya sudah mempertimbangkan secara matang untuk memastikan bahwa operasional Bandara Kualanamu sudah bisa dimulai 25 Juli 2013.
Dia memaparkan, PT Angkasa Pura II tentunya sudah mempertimbangkan semua unsur termasuk soal keselamatan terbang dan mendarat di bandara berskala internasional tersebut.
"Tidak ada yang perlu diragukan lagi untuk operasional tepat waktu, apalagi rencana itu sudah diumumkan ke dunia internaisonal dan maskapai sudah siap. Kualanamu juga suatu kebanggaan bagi masyarakat," katanya.
Soal kemungkinan terjadi kekacauan pada arus mudik dan balik pada Lebaran ini di Kualamu harusnya bisa dipahami. "Harus bisa memahami kekurangan karena Menteri BUMN Dahlan Iskan saja yang awalnya meminta penundaan operasional setelah Lebaran akhirnya sudah memahami dan mendukung pengoperasian Kualanamu sesuai rencana," katanya.
Dirut PT Angkasa Pura II Tri Sunoko pekan lalu mengatakan dalam pembangunan tahap pertama tersebut, pihaknya telah menyiapkan berbagai infrastruktur di Bandara Kualanamu yang mampu menampung penumpang sekitar delapan juta orang per tahun.
Sumber : Antara
Editor : I Made Asdhiana
Tak Akan Diundur 25 Juli KNIA Beroprasi
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan bahwa Bandara Internasional Kualanamu, Medan tetap akan mulai beroperasi pada 25 Juli mendatang. Meskipun masih ada kekurangan, contohnya pembangunan jalan menuju bandara hal itu tidak membuat operasional Kualanamu menjadi mundur.
Tetapi, ketika ditanya soal pembangunan jalan menuju bandara, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Darda mengatakan bahwa jalanan menuju bandara saat ini sudah memadai dan bisa digunakan.
Dahlan Iskan juga mengatakan bahwa pemakaian Bandara Kualanamu saat ini telah diumumkan secara internasional sehingga pengunduran waktu operasional tidak bisa dilakukan.
.”Ada pikiran kenapa enggak ditunda habis lebaran, kalau ditunda setelah lebaran tidak mungkin karena sudah dilaporkan ke internasional sejak 56 hari lalu dan setelah tanggal tanggal bandara Polonia sudah dihapus dari daftar internasional,” ucap Dahlan.
Dahlan mengakui bahwa perpindahan bandara tidaklah mudah karena banyaknya peralatan yang harus dipindahkan. Karena itu, dia meminta kepada calon penumpang agar datang lebih awal ke bandara dari waktu keberangkatan.Tolong waktunya dilonggarkan sedikit siapa tahu ada perlu penyesuaian di sana,” ucap Dahlan.
Operasional Bandara Internasional Kualanamu dilaksanakan pada 25 Juli 2013. Di hari yang sama pula operasional Bandara Polonia akan dihentikan. Bandara Polonia dinilai sudah tidak memadai karena bandara ini sudah sangat padat dikepung perumahan dan perkantoran yang dinilai sangat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.MOBERITA.COM

Siap 80% Jalan KNIA Kuala Namu
| Siluet Menara Bandara Ngurah Rai (Photo credit: Yudha P Sunandar) |
”Sejauh ini ketiga jalan arteri akses ke Bandara sudah terselesaikan 80 persen. Untuk ketiga jalan arteri ditargetkan selesai pada tahun 2013 ini namun pada saat bandara beroperasi jalan akses ini sudah fungsional," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, di Jakarta, Kamis.
Pada saat ini, tambahnya, jalan akses yang paling siap untuk dioperasikan adalah ruas Simpang Kayu Besar–-Tanjung Morawa–-Kualanamu. Ruas tersebut keseluruhan permukaan jalan sudah beraspal, walaupun di beberapa titik masih terjadi penyempitan karena masalah pembebasan lahan.
"Kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan jalan ini adalah faktor penyediaan lahan," kata Djoko.
Sementara di tempat terpisah, Kasubdit Pengadaan Tanah Ditjen Bina Marga, Herry Marzuki menjelaskan, target pembebasan lahan tahun 2012 lalu sebanyak 60 persen yang terealisasi hanya 59,14 persen saja. Untuk tahun ini targetnya 80 persen.
Bandara Internasional Kualanamu merupakan Bandara terintegrasi karena akan memiliki prasarana transportasi multi moda berupa jalan non tol, jalan tol dan rel kereta api. Demikian diberitakan situs Kementerian Pekerjaan Umum (www.pu.go.id).
Untuk pembangunan jalan akses non tol pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Sedangkan pembebasan lahan untuk jalan tol dibiayai melalui APBN.
Sementara pembangunan jalan tol Medan--Kualanamu sejauh 17,8 km, saat ini baru masuk tahap awal. Progres fisik sudah mencapai 1,59 persen dari rencana 3,08 persen. Jalan tol ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2015.
Jalan tol itu nantinya akan dilanjutkan hingga Tebing Tinggi yang panjang seluruhnya mencapai 72 km. Keseluruhan pembiayaan jalan tol itu diambil dari APBN.
Bandara ini rencananya akan secara resmi dioperasikan pada September 2013 nanti. Bandara Kualanamu akan menggantikan Bandara Polonia yang nantinya tidak beroperasi.
Friday, July 12, 2013
Extra Biaya Bila Anda Ke Bandara Kuala Namu
Berapakah biaya ketika kita hendak menuju bandara bergengsi di Wilayah Sumatera yang sebentar lagi akan launcing. Anda tentunya bersiap merogoh kocek yang cukup lumayan besar dibanding ketika anda menuju bandara polonia yang aksesnya didalam kota medan. Nah bila anda mengunakan moda transportasi diberangkatkan dari Medan menuju bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) dalam simulasi yang lalu, termasuk taksi. Untuk argo taksi, tarifnya berkisar Rp 130 ribu sekali jalan.
Selain taksi, Bandara Kuala Namu juga bisa diakses memakai kereta bandara. Harga tiketnya belum ditetapkan, namun ada di kisaran Rp 80.000 sekali jalan. Belum fix karena BBM kita udah kudu naik. Dalam simulasi yang dilakukan hari ini, Sabtu (6/7/2013), ada empat moda transportasi yang diujicoba menuju Bandara Kuala Namu yang berada di Kabupaten Deli Serdang. Mulai dari kereta api, bus, mobil pribadi dan taksi. Taksi Bluebird yang merupakan taksi bandara, menyertakan 7 taksinya dalam simulasi ini. Taksi-taksi itu berangkat dari berbagai lokasi di Medan, antara lain Hotel Grand Aston City Hall, Grand Angkasa dan dari Bandara Polonia, bandara yang akan digantikan Kuala Namu. Rata-rata argo taksi itu berakhir di angka Rp 130 ribu ketika taksi tiba di zona drop off bandara, tempat menurunkan penumpang. Dari Hotel Grand Angkasa di Jalan Sutomo, Medan, taksi yang berangkat sekitar pukul 08.00 WIB, menempuh waktu sekitar 51 menit menuju Kuala Namu. Argo menunjukkan angka Rp 130.900, di luar biaya tol Rp 3.000. Taksi ini masuk melalui jalur tol Tanjung Selamat dan keluar di gerbang Tanjung Morawa.
Sementara taksi yang berangkat dari Bandara Polonia, membutuhkan waktu 1 jam 1 menit tiba di Kuala Namu dengan argo Rp 129.200. Taksi melalui jalur Jalan Mongonsidi, seterusnya masuk ke Jalan Sisingamangaraja dan masuk tol gerbang Amplas dan keluar di Tanjung Morawa. “Total jarak tempuh dari Polonia hingga drop off penumpang di Kuala Namu sekitar 35,4 kilometer,” kata Febri S, pengemudi taksi yang berangkat dari Bandara Polonia. Satu taksi lagi, yang juga berangkat dari Polonia namun melalui jalur Avros, kemudian lewat Jalan AH Nasution dan seterusnya masuk ke Jalan Sisingamangaraja tanpa lewat tol. Melalui jalur ini tarifnya Rp 132.000.
Sementara saat ujicoba jalur Kuala Namu–Medan yang berangkat pukul 12.47 WIB, taksi menempuh waktu 1 jam 3 menit sampai Bandara Polonia, tanpa masuk jalur tol. Argo taksi menunjukkan angka Rp 126.750. Saat ini masih belum ada jalur tol dari Medan ke Bandara Kuala Namu. Rute yang bisa ditempuh, melalui pintu tol maupun tidak, menuju Simpang Kayu Besar, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang. Dari sana, tinggal menempuh jarak sekitar 18 kilometer jalan yang kadang menyempit dan belum rapi hingga ke bandara. Jalan utama itu memang masih bermasalah karena pembebasan lahan terkendala. Selain rambu yang tidak jelas, lampu jalan juga belum dipasang sekitar 3 kilometer terakhir sebelum mendapatkan bandara. Jadi malam hari, jalanan masih gelap gulita, padahal 25 Juli rencananya Bandara Kuala Namu akan beroperasi penuh.
Wajar kiranya bandara baru faslilitas yahud dan biaya juga extra ordinary demikian yang dapat dihimpun dari ngoceh.com. Pastinya tentu Medan bakalan berubah dari murah meriah menjadi extra mahal, Seiring naiknya BBM menjadi mafhum dan wajar.
Simulasi Bandara Kuala Namu 1.700 person
Pantas dan patut berbangga,bila kini SUMUT punya ikon baru. Yakni Bandara Kualanamu, yang merupakan bandara tercanggih di tanah air. Bandara dengan luas 1.365 hektare itu akan beroperasi 25 Juli mendatang. Bandara Kualanamu juga merupakan satu-satunya bandara di Indonesia yang memiliki akses kereta api.
Pengoperasian Bandara Kualanamu yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, akan menggantikan Bandara Polonia yang saat ini sudah tak layak. Bayangkan, Bandara Polonia yang luasnya hanya 144 hektare itu dulu dirancang untuk kapasitas 900 ribu penumpang per tahun. Tapi data 2012, bandara internasional yang berada di Kota Medan itu terpaksa menampung 7,9 juta penumpang.
Dampaknya, Bandara Polonia overload dan sudah tak nyaman lagi bagi penumpang. Karena itu, PT Angkasa Pura (AP) II yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan Bandara Polonia memindahkan operasional bandara itu ke Bandara Kualanamu yang berlokasi sekitar 35 kilometer dari Kota Medan.
Bandara Kualanamu yang berada di Kabupaten Deli Serdang dipersiapkan untuk 8-9 juta penumpang per tahun pada pembangunan tahap pertama dan 22,18 juta penumpang pada tahap kedua serta 22,18 juta penumpang per tahun pada pengembangan selanjutnya.
Bandara Polonia saat ini hanya menampung 11 pesawat, sedangkan Bandara Kualanamu akan mampu menampung 21 pesawat yang terdiri dari 11 pesawat Boeing 747-400, tujuh pesawat Boeing 737 dan tiga pesawat Airbus A300.
Guna menunjang kesiapan full operation Bandara Kualanamu, Sabtu (6/7) lalu, digelar soft operation yang diikuti 1.700 warga Kota Medan. Acara itu mengerahkan satu rangkaian kereta api sekaligus ujicoba Airport Railink Services atau kereta api bandara. Pengoperasian kereta api bandara itu dilakukan PT Railink, yang merupakan perusahaan patungan PT AP II dan PT KAI.
Juga mengerahkan 10 bus, 26 taksi, 40 sepeda motor.
”Soft operation ini kami gelar untuk percobaan sistem yang ada di Bandara Kualanamu. Karena semua sistem operasional yang ada semuanya baru. Bukan hanya gedungnya. Kami juga menggelar simulasi ini untuk mencari kekurangan guna menghadapi full operation pada 25 Juli nanti,” terang Kristanto, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat PT AP II
Belasan pekerja nampak mengebut pekerjaan baik di dalam dan di luar terminal. Simulasi operasional Bandara Kualanamu juga melibatkan kepabeanan, petugas keamanan bandara (Aviaton Service) dan sistem pemeriksaan bagasi yang dilakukan oleh Bea da Cukai setempat.
”Saat ini Bandara Kualanamu sudah 98 persen menyambut soft operation pada 25 Juli nanti,” terang Direktur Pengembangan Kebandarudaraan dan Teknologi, PT AP II, Salahudin Raffi yang mengikuti soft operation Bandara Kualanami, Sabtu (6/7).
Dia juga mengatakan, sistem yang digunakan di Bandara Kualanamu merupakan sistem tercanggih yang pertama digunakan di tanah air. Yakni menggunakan HBS atau handling baggage system. Dengan sistem ini setiap bagasi barang penumpang akan disortir secara otomatis menggunakan barcode yang ditempelkan di bagasi tersebut.
”Jadi bukan hanya bangunan Bandara Kualanamu yang megah ini saja yang baru. Sistem yang digunakan semuanya juga baru dan canggih. Sistem ini pertama diterapkan di Bandara Kualanamu. Bandara Soekarno-Hatta saja belum menggunakan,” ungkapnya juga.
Dengan penerapan sistem HBS ini, menjadikan Bandara Kualanamu menjadi bandara tercanggih di Indonesia. Sistem HBS sudah digunakan di bandara-bandara internasional di luar negara baik di Asia, Eropa dan Amerika.
”Sistem ini juga menunjang semua keamanan di Bandara Kualanamu ini. Seperti mesin x-ray yang digunakan juga baru,” paparnya lagi. Salahudin Raffi juga mengatakan pembenahan akan terus dilakukan di Bandara Kualanamu. ”Pokoknya kami yakin full operation Bandara Kualanamu akan bisa dilakukan 25 Juli nanti,” cetusnya.
Bagaimana dengan akses jalan? Akses jalan ke Bandara
Kualanamu bisa dilakukan dengan dua cara. Menggunakan kereta api atau jalur darat menggunakan bus Damri, taksi atau mobil pribadi. Saat ini meski pengerjaan tol terus dilakukan tapi beberapa titik lokasi jalan belum sepenuhnya dibebaskan.
Meski akses jalan ke Kualanamu bisa dilalui dari Kota Medan dan sekitarnya tapi akses jalan masih ada yang menyempit lantaran terkendala pembebasan lahan milik warga yang belum dilakukan pemerintah daerah setempat. Biaya taksi sekali jalan dari Kota Medan ke Bandara Kualanamu dengan jarak 35 kilometer sekitar Rp 125 ribu.
Akses tercepat ke Bandara Kualanmu dari Kota Medan lebih nyaman dilakukan dengan kereta api. Guna menunjang pengoperasian Bandara Kualanamu, PT AP II membuat akses kereta api yang diberi nama Airport Railink Services.
Dari City Railink Station Medan warga hanya mengeluarkan kocek Rp 80 ribu untuk sekali jalan ke Airport Railink Station Kualanamu. Nantinya kereta yang akan digunakan untuk transportasi ke Bandara Kualanamu akan menggunaka kereta Woojin yang saat ini tengah dipesan dari Korea Selatan.
”Untuk operasional kereta dari Kota Medan ke Bandara Kualanamu akan kami lakukan 34 sit atau 17 kali keberangkatan dari Kota Medan ke Kualanamu dan sebaliknya. Kami sudah mempersiapkan 4 kereta jenis Woojin dan dua kereta INKA,” terang Generam Manajer ARS Medan, Bodhaswara.
Dia juga mengatakan, nantinya sekali angkut kereta Woojin mencapai 170 orang. Kereta itu juga dilengkapi bagasi dan fasilitas lainnya. ”Semua penumpang kereta ke Bandara Kualanamu nantinya duduk. Tidak ada yang berdiri,” ujarnya lagi.
Dengan pengoperasian Bandara Kualanamu maka otomatis semua aktivitas penerbangan di Bandara Polonia akan ditiadakan. Setelah full operation, peresmian Bandara Kualanamu akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 9 September mendatang setelah Idul Fitri
Indo Pos
Subscribe to:
Posts (Atom)





.jpg)