Kamis, 15 Januari 2015

Ditemukan Kotak Hitam Air Asia

Para penyelam mengangkat kotak hitam kedua pesawat AirAsia yang jatuh dari dasar Laut Jawa, Selasa (13/1), memberikan alat-alat penting bagi para ahli untuk menentukan apa yang menyebabkan jatuhnya jet bernomor penerbangan 8501 itu.
Perekam suara kokpit dilepaskan dari bawah puing-puing yang berat dari sebuah sayap pesawat pada pagi hari dari kedalaman sekitar 30 meter, sehari setelah perekam data penerbangan pesawat itu diangkat, ujar Tonny Budiono, direktur navigasi laut di Kementerian Perhubungan.
Peralatan itu akan diterbangkan ke Jakarta untuk diunduh dan dianalisa dengan kotak yang satu lagi. Karena alat itu merekam dalam siklus dua jam, semua diskusi antara kapten dan ko-pilot seharusnya tersedia.
Pesawat itu menghilang dari radar 42 menit sejak terbang dari Surabaya ke Singapura pada 28 Desember. Ke-162 orang di dalamnya tewas, namun sejauh ini baru 48 jenazah yang ditemukan.

Perekam suara menangkap semua pembicaraan antara para pilot dan pengontrol lalu lintas udara, termasuk semua bunyi yang terdengar di kokpit, termasuk kemungkinan adanya bunyi alarm atau ledakan. Perekam data penerbangan menyimpan informasi mengenai posisi dan kondisi dari hampir semua bagian utama pesawat, termasuk ketinggian, kecepatan udara, arah, lontaran mesin, tingkat naik atau turunnya pesawat dan arah sudut pesawat.
"Ada sekitar 200 lebih parameter yang direkam. Hal itu akan memberi begitu banyak materi," ujar ahli penerbangan John Goglia, mantan anggota Badan Keselamatan Transportasi Nasional.
Para pencari juga sedang mencoba mencari bagian utama kabin pesawat, tempat banyak korban diperkirakan masih terperangkap di dalamnya.
Dekomposisi membuat identifikasi lebih sulit bagi para keluarga untuk menguburkan kerabat mereka.
"Saya masih yakin banyak korban yang terperangkap di sana, dan kita harus menemukannya," ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko. (AP)

Ditemukan Badan Pesawat AirAsia


Menteri Pertahanan Singapura mengatakan, sebuah kapal angkatan laut Singapura telah menemukan lokasi badan pesawat jet AirAsia yang jatuh di Laut Jawa bulan lalu.

Menteri Pertahanan Ng Eng Hen mengatakan dalam sebuah posting di Facebook, Rabu, bahwa sebuah kendaraan yang dikontrol dari jarak jauh dan digunakan dalam pencarian berhasil mengambil gambar-gambar yang menunjukkan sayap dan badan pesawat AirAsia.
Ia mengatakan, pihak berwenang Indonesia sudah diberitahu sehingga mereka dapat memulai operasi pengangkatan.
Para penyelam Indonesia menemukan perekam data penerbangan dan suara kokpit – atau kotak hitam sebelumnya pekan ini.
Pesawat Airbus itu jatuh 28 Desember lalu sewaktu dalam penerbangan dua jam dari kota kedua terbesar Indonesia, Surabaya, menuju Singapura.
Ada 162 orang dalam pesawat itu dan sejauh ini hanya 48 mayat yang telah ditemukan.(VOA)

Sabtu, 09 Agustus 2014

Contact Center

Contact Center Angkasa pura IIArrivalDeparturesTransit Information

Contact Personal
081260592171

Mushola Bandara keberangkatan lantai 2, Peer, dan Terminal Kedatangan Lt. 1

MushollaMusholla

Terletak di terminal keberangkatan lantai 2, Peer, dan Terminal Kedatangan Lt. 1
Lokasi : Terminal Keberangkatan, Terminal Kedatangan dan Lt Peer

Baggage Claim Kontak telepon



Baggage Claim Domestic Citilink

Baggage Claim

Lokasi : Terminal Kedatangan Domestic Lt. 1
Telepon : 061 - 88880577 

Baggage Claim Domestic Garuda Indonesia AirlinesBaggage Claim

Lokasi : Terminal Kedatangan Domestic Lt. 1
Telepon : 061 - 88880503

Baggage Claim International Garuda IndonesiaBaggage Claim

Lokasi : Terminal Kedatangan Internasional Lt. 1
Telepon : 061 - 88880502

Surya Snack & Drink Shop Murah meriah di Bandara KNO



Jika Anda di bandara kuala namu tempat yang paling murah meriah adalah Sury Snack yang di rekomendasi kan Kuala Namu.Com. Anda dengan mudah mengakses lokasi ini di lantai satu Bandara. dan lebih nyaman dan anda tak perlu khawatir dengan kenyamanannya.

Jumat, 18 Juli 2014

Terbang 33.000 Kaki, Malaysia Airlines MH17 Kok Terjangkau Rudal?

 Pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH17 yang ditembak jatuh rudal di wilayah udara Ukraina diduga terbang di wilayah udara yang ditutup. Otoritas pengendali udara Pan Eropa, Eurocontrol, menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) tersebut sebelum penerbangan MH17.
Menurut Airliners.net, Eurocontrol telah menerbitkan NOTAM, semacam pemberitahuan yang diterbitkan oleh otoritas penerbangan kepada pilot tentang potensi bahaya suatu penerbangan yang akan dilaluinya, bisa cuaca, abu vulkanik, atau termasuk zona larangan terbang.
Dalam NOTAM yang dirilis pada 17 Juli 2014 pukul 00.00 GMT, Eurocontrol menyatakan bahwa terjadi aksi peperangan wilayah udara perbatasan Ukraina dan Federasi Rusia. Sementara itu, penerbangan MH17 berangkat sekitar pukul 10.00 GMT dari Bandara Schiphol, Amsterdam.
Di wilayah udara tersebut terjadi aksi penembakan dari wilayah Ukraina ke wilayah Rusia. Untuk memastikan keselamatan penerbangan, wilayah udara tersebut ditutup hingga ketinggian 32.000 kaki.
Namun dikutip dari Flightglobal, otoritas Eurocontrol mengatakan bahwa MH17 terbang di wilayah yang terlarang namun di atas ketinggian yang ditetapkan.

"Rute ketinggian yang dilewati MH17 memang boleh dilewati," terang Eurocontrol.
Dalam NOTAM-nya, Eurocontrol memang menetapkan wilayah udara Ukraina tersebut tertutup hingga ketinggian 32.000 kaki saja, sementara MH17 terbang di ketinggian 33.000 kaki (lebih tinggi 1.000 kaki).
Namun, dikutip dari Dailymail, sistem misil BUK yang diduga menghancurkan MH17 ternyata memiliki jangkauan tembak hingga ketinggian 75.000 kaki.

Atas dasar inilah, Eurocontrol kemudian memutuskan untuk benar-benar menutup wilayah udara Ukraina. "Semua flight plan yang diisi menggunakan rute tersebut saat ini kami tolak," demikian pernyataan Eurocontrol. "Rute tersebut akan ditutup hingga peberitahuan lebih lanjut," imbuh mereka.
Eurocontrol juga menyertakan daftar airways dan waypoint yang tidak boleh dilintasi dalam NOTAM tersebut. Seperti airways L980 dan A87, jalur udara yang diyakini dilewati oleh MH17 sesaat sebelum hilang kontak.
Penerbangan MH17 terhenti saat melintasi waypoint GANRA (N48°26'43.00" E037°11'13.00") dan waypoint TAMAK (N47°51'24.00" E039°13'06.00") yang berada di sebelah timur perbatasan Ukraina dengan Rusia.
Menurut data dari Flightradar 24, penerbangan MH17 berakhir di antara kedua waypointtersebut di wilayah Snizhne, Ukraina, pada 17 Juli 2014 pukul 13.21 GMT, di ketinggian 33.000 kaki dalam kecepatan 490 knot.

Jejak penerbangan MH17 pada 17 Juli 2014 bisa dilihat melalui situs Flightradar 24 dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Berikut NOTAM yang dikeluarkan Eurocontrol pada 17 Juli 2014, 00.00 GMT:
URRV V6158/14 17JUL0000-31AUG2359
Q) URRV/QARLC/IV/NBO/E/000/530/4818N04023E095
A) URRV B) 1407170000 C) 1408312359 EST
E) DUE TO COMBAT ACTIONS ON THE TERRITORY OF THE UKRAINE NEAR THE STATE BORDER WITH THE RUSSIAN FEDERATION AND THE FACTS OF FIRING FROM THE TERRITORY OF THE UKRAINE TOWARDS THE TERRITORY OF RUSSIAN FEDERATION, TO ENSURE INTL FLT SAFETY, ATS RTE SEGMENTS CLSD AS FLW:
A100 MIMRA - ROSTOV-NA-DONU VOR/DME (RND),
B145 KANON - ASMIL,
G247 MIMRA - BAGAYEVSKIY NDB (BA),
A87 TAMAK - SARNA,
A102 PENEG - NALEM,
A225 GUKOL - ODETA,
A712 TAMAK - SAMBEK NDB (SB),
B493 FASAD - ROSTOV-NA-DONU VOR/DME (RND),
B947 TAMAK - ROSTOV-NA-DONU VOR/DME (RND),
G118 LATRI - BAGAYEVSKIY NDB (BA),
G534 MIMRA - TOROS,
G904 FASAD - SUTAG,
R114 BAGAYEVSKIY NDB (BA)-NALEM.
SFC - FL320.
Kompas.com
Baca juga: Ini Video Detik-detik Tertembaknya Pesawat Malaysia Airlines MH17