Showing posts with label international. Show all posts
Showing posts with label international. Show all posts

Friday, July 12, 2013

Extra Biaya Bila Anda Ke Bandara Kuala Namu

Berapakah biaya ketika kita hendak menuju bandara bergengsi di Wilayah Sumatera yang sebentar lagi akan launcing. Anda tentunya bersiap merogoh kocek yang cukup lumayan besar dibanding ketika anda menuju bandara polonia yang aksesnya didalam kota medan. Nah bila anda mengunakan moda transportasi diberangkatkan dari Medan menuju bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) dalam simulasi yang lalu, termasuk taksi. Untuk argo taksi, tarifnya berkisar Rp 130 ribu sekali jalan.

Selain taksi, Bandara Kuala Namu juga bisa diakses memakai kereta bandara. Harga tiketnya belum ditetapkan, namun ada di kisaran Rp 80.000 sekali jalan. Belum fix karena BBM  kita udah kudu naik.   Dalam simulasi yang dilakukan hari ini, Sabtu (6/7/2013), ada empat moda transportasi yang diujicoba menuju Bandara Kuala Namu yang berada di Kabupaten Deli Serdang. Mulai dari kereta api, bus, mobil pribadi dan taksi. Taksi Bluebird yang merupakan taksi bandara, menyertakan 7 taksinya dalam simulasi ini. Taksi-taksi itu berangkat dari berbagai lokasi di Medan, antara lain Hotel Grand Aston City Hall, Grand Angkasa dan dari Bandara Polonia, bandara yang akan digantikan Kuala Namu.   Rata-rata argo taksi itu berakhir di angka Rp 130 ribu ketika taksi tiba di zona drop off bandara, tempat menurunkan penumpang. Dari Hotel Grand Angkasa di Jalan Sutomo, Medan, taksi yang berangkat sekitar pukul 08.00 WIB, menempuh waktu sekitar 51 menit menuju Kuala Namu. Argo menunjukkan angka Rp 130.900, di luar biaya tol Rp 3.000. Taksi ini masuk melalui jalur tol Tanjung Selamat dan keluar di gerbang Tanjung Morawa. 

Sementara taksi yang berangkat dari Bandara Polonia, membutuhkan waktu 1 jam 1 menit tiba di Kuala Namu dengan argo Rp 129.200. Taksi melalui jalur Jalan Mongonsidi, seterusnya masuk ke Jalan Sisingamangaraja dan masuk tol gerbang Amplas dan keluar di Tanjung Morawa. “Total jarak tempuh dari Polonia hingga drop off penumpang di Kuala Namu sekitar 35,4 kilometer,” kata Febri S, pengemudi taksi yang berangkat dari Bandara Polonia. Satu taksi lagi, yang juga berangkat dari Polonia namun melalui jalur Avros, kemudian lewat Jalan AH Nasution dan seterusnya masuk ke Jalan Sisingamangaraja tanpa lewat tol. Melalui jalur ini tarifnya Rp 132.000.   

Sementara saat ujicoba jalur Kuala Namu–Medan yang berangkat pukul 12.47 WIB, taksi menempuh waktu 1 jam 3 menit sampai Bandara Polonia, tanpa masuk jalur tol. Argo taksi menunjukkan angka Rp 126.750. Saat ini masih belum ada jalur tol dari Medan ke Bandara Kuala Namu. Rute yang bisa ditempuh, melalui pintu tol maupun tidak, menuju Simpang Kayu Besar, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang. Dari sana, tinggal menempuh jarak sekitar 18 kilometer jalan yang kadang menyempit dan belum rapi hingga ke bandara.   Jalan utama itu memang masih bermasalah karena pembebasan lahan terkendala. Selain rambu yang tidak jelas, lampu jalan juga belum dipasang sekitar 3 kilometer terakhir sebelum mendapatkan bandara. Jadi malam hari, jalanan masih gelap gulita, padahal 25 Juli rencananya Bandara Kuala Namu akan beroperasi penuh. 

Wajar kiranya bandara baru faslilitas yahud dan biaya juga extra ordinary demikian yang dapat dihimpun dari ngoceh.com. Pastinya tentu Medan bakalan berubah dari murah meriah menjadi extra mahal, Seiring naiknya BBM menjadi mafhum dan wajar. 
Enhanced by Zemanta

Monday, May 20, 2013

Soft Operation Kualanamu 25 juli 2013





“Soft Operation Kualanamu akan digelar pada 25 Juli. Operasional bayangan ini sama seperti operasional pada umumnya. Tujuannya agar kesempurnaan operasional lebih terjamin. Jadi, begitu ada kekurangan saat soft operation, maka akan di-fix-kan sebelum peresmian. Dalam soft operation ini, semua operasional pindah secara utuh. Dengan kata lain, seluruh maskapai akan terbang dan mendarat melalui Kualanamu. Dan Polonia tutup,” jelas Direktur Angkasa Pura II, Tri Susnoko, dalam Rapat Koordinasi Bersama Sekretariat Wapres RI di Hotel Aryaduta, Kamis (2/5). Untuk grand opening bandara terbesar di Sumatera ini, PT Angkasa Pura II masih menunggu jadwal dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia berharap, peresmian dapat dilangsungkan awal September mendatang. “Secara fisik, Kualanamu sudah siap 100 persen. Walaupun ada beberapa hal yang harus kita urus. Seperti izin, maskapai, dan lainnya,” ujarnya.
Karena itu, waktu yang hanya tinggal 3 bulan sebelum soft operation akan digunakan untuk mengurus semua izin. “Saat ini AP II, Otoritas Bandara, dan Kementerian Perhubungan sedang mempersiapkan diri mengurus pemberitahuan kepada ICAO (International Civil Aviation Organization). Karena Bandara Kualanamu ini ‘kan proyek nasional dan internasional. Pemberitahuan kepada ICAO itu agar dapat disebarluaskan ke seluruh negara,” lanjutnya.
Direncanakan, akhir Mei ini surat pernyataan soft operation diserahkan.
Bila ICAO sudah menyebarkan pemberitahuan, maka setiap maskapai yang akan mendarat ke Kualanamu diwajibkan menyamakan koordinatnya dengan Kualanamu. Artinya, pesawat maskapai disetel dengan sistem yang sesuai dengan Kualanamu. “Kenapa harus akhir bulan ini surat tersebut kita serahkan? Karena ICAO membutuhkan waktu minimal 56 hari untuk menyebarkan ke seluruh airlines, bahwa Kulanamu soft operation pada tanggal 25 Juli,” lanjutnya.
Terkait dengan soft opening tersebut, Tri mengakui, pihak maskapai belum menyampaikan kesediaan pindah ke Kualanamu. “Tapi mereka tahu akan segera pindah. Kan masih ada waktu 3 bulan lagi. Pasti mereka bersedia kok. Apalagi dengan keunggulan yang dimiliki oleh Kualanamu,” paparnya.
Kepala Project Implementation Unit (PIU) Kualanamu Joko Waskito mengatakan, berbagai persiapan soft opening adalah sentuhan akhir. Mulai dari bangunan, landasan pacu atau runway, taxiway, Instrument Landing System (ILS), terminal barang atau cargo dan area pengisi bahan bakar pesawat sudah rampung dikerjakan.
Terkait dengan pemindahan segala aspek dari Polonia ke Kualanamu, Kepala Otoritas Bandara Udara Wilayah II, Abdul Hani menyatakan sudah mulai mengambil ancang-acang. Seperti pemberitahuan kepada maskapai, masyarakat dan lain sebagainya. “Nanti kita akan umumkan ke media, bahwa Polonia sudah tidak beroperasi lagi. Dan diganti ke Kualanamu. Pemberitahuan ini akan dilakukan secara resmi,” ungkapnya.

Walaupun saat ini Kualanamu International Airport belum resmi dibuka meski hanya soft operation, pihak AP II sudah berencana melakukan pengembangan pada bandara yang nantinya menjadi pintu masuk Indonesia Bagian Barat ini.
Saat ini, AP II sedang melangsungkan Studi Pengembangan Lanjut Kualanamu. Hal ini dilakukan untuk menghindari kejadian pada Polonia yang sudah over kapasitas. “Kualanamu saat ini mampu menampung 10 juta penumpang. Tapi kalau saat ini hanya 8 juta berdasarkan data dari Polonia. Kalau kita tidak berfikir sekarang untuk pengembangannya, ditakutkan kejadiannya over kapasitas. Bandara tidak layak, penumpang protes,” ungkapnya.
Untuk tahap II ini, ia memastikan akan ada perluasan bangunan dan penambahan runway (landasan pacu). “Kita prediksi akan terus terjadi peningkatan kegiatan di Kualanamu. Nah, tahap dua ini akan lebih diutamakan pada bangunan dan runway ya. Tapi seperti apa, saya belum bisa jelaskan. Intinya, akan ada tahap II,” lanjutnya.
Seperti diketahui, runway di Kualanamu sangat berbeda dengan Polonia. Runway di sini satu jalur yang akan langsung menghadap ke Selat Malaka (Pantai Cermin). Kalau memang ada kemungkinan untuk penambahan, maka ada kemungkinan ada 2 runway di Kualanamu.

Sementara itu, Ketua Pembebasan Lahan dari Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Zulkifli Tanjung menyatakan, untuk saat ini Jalan Arteri yang sudah dapat digunakan 96 persen. “Saat ini, masih ada 30 titik yang belum kita selesaikan. Masalahnya bervariasi, mulai dari status lahan HGU, sertifikat yang digadai, hingga belum mencapai kata sepakat terkait harga,” ujarnya.
Adapun tanah tersebut bermasalah di Desa Sena (Batang Kuis), di mana masih ada sekitar 13 titik (persil) yang masih bermasalah dengan luas 4.419,35 m2. “Empat persil karena sertifikatnya sedang digadai ke Bank Mandiri. Dua persil sengketa atas nama Slamet dan Sumarno. Dua persil tidak diketahui pemiliknya, dan kita sedang mencari. Sedangkan 5 persil lagi belum mencapai kata sepakat terkait harga,” ujarnya.
Sengketa lain ada di Desa Batu Bedimar Kecamatan Tanjung Morawa. Di mana, status lahannya adalah eks HGU PTPN 2 yang akan dibebaskan seluas 661 m2 (2 persil) atas nama Yusuf S (Kompol) dan atas nama Ny Isneni. “Mereka bilang itu tanah mereka. Sementara BPN bilang itu tanah eks HGU. Jadi, ini masih dalam proses,” ungkapnya.
Lahan lain yang akan dibebaskan terletak di Desa Sena (Batang Kuis) sebanyak 26 persil (12.025 m2). Masih ada tersisa 20 persil (6.025 m2). “Itu hasil per 30 April kemarin. 20 persil itu saat ini statusnya 4 menunggu hasil BPN, dan 16 menunggu kata sepakat,” ungkapnya.
Ia menyakinkan, masalah tanah ini harus dapat diselesaikan pada akhir Mei ini, agar saat soft operation tidak ada masalah. “Kita terus mengejar hingga akhir Mei. Jadi, saat Juli sudah bisa dioperasikan,” tutupnya.
Adapun Bandara Kualanamu memiliki luas terminal 118.930 meter persegi, mampu menampung hingga 8,1 juta penumpang setiap harinya. Luas apron 200 ribu meter persegi dengan daya tampung sebanyak 33 pesawat. Gudang kargo seluas 13 ribu meter persegi dan area parkir seluas 50.820 meter persegi, yang mampu menampung sebanyak 407 unit taksi bandara, 55 unit bus, dan 908 unit mobil. Kemampuan menampung di bandara ini hampir setara dengan KLCC atau Changi, Singapura.
Akses menuju Bandara Kualanamu didukung oleh pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Aras Kabu di Kecamatan Beringin ke bandara yang berjarak sekitar 450 meter. Stasiun Aras Kabu terhubung ke Stasiun Medan dengan jarak 22,96 km. Diperkirakan jarak tempuh dari Medan hingga Kualanamu berkisar antara 16-30 menit. Kemudian, bisa juga melalui transportasi bus yang didukung oleh jalan Tol Medan-Kualanamu sepanjang 17,8 km.
Kepala Seksi Humas Umum PIU Kualanamu Wisnu Budi Setianto mengatakan, penyelesaian Bandara Kualanamu keseluruhan ditargetkan selesai pada Juli mendatang. Sebagian besar telah diproses dengan uji coba, seperti kereta api. “Sedangkan pasokan listrik di Bandara Kualanamu sudah masuk, namun AC saja yang belum. Runway telah terselesaikan April 2012,” papar Wisnu.
Dikatakannya, Kualanamu dan dapat memenuhi 8,1 juta penumpang per tahun dibandingkan Bandara Polonia yang hanya menampung 900 ribu per tahunnya. Pesawat dan terminal untuk penumpang dan pengiriman barang juga dibedakan agar penumpang tidak sulit untuk antri dan berdesakan.
Bagaimana proses lelang yang tengah berjalan saat ini?
Memang, ada beberapa proses lelang yang masih berjalan. Misalnya, PT Railink (kereta api) berencana melelang pengelolaan area komersil di stasiun kereta api Kualanamu. Area tersebut nantinya akan berbentuk kios yang dapat menjual berbagai produk, mulai dari souvenir hingga oleh-oleh.
Direktur Komersil yang juga Humas PT Railink Makmur Syaheran mengatakan, rencana pelelangan area komersil ini hanya beberapa kios saja. Dengan harapan, agar kenyamanan para penumpang tetap terjaga. “Fokus dari stasiun KA di Kualanamu ini kan hanya untuk kenyamanan dan memberikan pelayanan kepada penumpang. Walaupun nantinya kita akan membuka tenant, tetapi tidak boleh sembarangan. Salah satu syarat kita ajukan bagi yang ingin berdagangan adalah makanan dijual harus take away (bawa pulang),” tambahnya.
Selain makanan siap pulang, syarat lain yang diajukan anak perusahaan dari PT KAI dan PT Angkasa Pura II ini bagi penyewa tenant, tidak boleh memiliki kegiatan masak memasak. Faktor keamanan dan asap dari proses masak yang ditimbulkan akan mengganggu penumpang di Stasiun KA Bandara.
Terkait dengan tender ini, Makamur menyatakan sudah ada beberapa pihak menyatakan tertarik menjadi pengelola area komersil di stasiun KA. Bahkan, ada beberapa perusahaan sudah memasukkan penawaran. Selain untuk tetap menjaga kenyamanan penumpang, alasan lain terbatasnya kios di stasiun KA ini nantinya akan disediakan delapan counter tiket bagi maskapai penerbangan di Medan. (ram/ila)


Read more: http://www.hariansumutpos.com/2013/05/57388/polonia-tutup-25-juli#ixzz2Tr6PvJsW

Enhanced by Zemanta

Pesawat USA Nyelusep

 BANDA ACEH- TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda Provinsi Aceh menahan sementara pesawat militer milik Amerika Serikat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Senin (20/5). Pesawat  karena tidak memiliki izin terbang dalam wilayah Indonesia.

Komandan Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Supri Abu di Aceh Besar mengatakan bahwa keberadaan pesawat militer AS jenis Dornier seri 328 dari Maldives Srilanka menuju Singapura telah terlacak di radar di Lhokseumawe.

"Pesawat militer AS yang mendarat sekitar pukul 14.00 WIB tersebut tidak bisa melanjutkan perjalanannya sebelum memiliki izin terbang di wilayah Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan setiap pesawat militer yang akan terbang harus memiliki dua izin, yakni dari kementerian luar negeri dan Mabes TNI. Masalahnya pesawat militer AS tersebut tidak memiliki kedua izin tersebut.

"Artinya, pesawat yang ditumpangi lima awak yang terdiri atas tiga militer dan dua sipil tidak bisa melanjutkan penerbangannya sebelum kedua izin tersebut ditebitkan," katanya.

Supri juga mengatakan bahwa lima awak pesawat tersebut juga tidak bisa meninggalkan pesawat sebelum kedua izin administrasi tersebut dikeluarkan oleh kedutaan besar negara bersangkutan.

"Kami memberikan kesempatan kepada awak pesawat militer AS untuk berkoordinasi dengan kedutaan besarnya dalam pengurusan administrasi. Jika administrasinya selesai, mereka bisa melanjutkan perjalanannya," katanya.

Supri juga mengatakan bahwa pihaknya tidak perlu memaksa pesawat tersebut dengan mengunakan pesawat tempur karena pesawat bernomor lambung 13075 menyatakan akan mendarat di Bandara SIM Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar.

"Kami tidak perlu susah mengunakan pesawat tempur dan meminta mereka mendarat karena mereka menyatakan mendarat di Bandara SIM," katanya.

Supri juga mengatakan bahwa salah seorang awak berpangkat kapten mengaku adanya kesalahan informasi dalam penerbangan dari Srilanka menuju Singapura.
Republika
Enhanced by Zemanta

Friday, March 22, 2013

Launching Bandara Kuala Namu .Com

Menjawab Tantangan dan dinamika seiring Majunya Pelaku industri pariwisata Sumatera Utara berharap pengoperasian Bandara Kuala Namu  menjadi momentum kebangkitan pariwisata adalah suatu keniscayaan bagi kita.

Oleh Karena itu dengan launchingnya website salah satu momentum dikemukakan diatas menjadi suatu spektrum yang mengedepankan keberpihakan pada cita cita mendasar New Imperium Sumatera atau dengan kata lain kebangkitan imperium sumatera sebagai kekuatan indonesia yang mendunia.

Bahwa cita cita diatas bisa mencapai, maka perlu peningkatan pelayanan dan penggunaan SDM (sumber daya manusia) yang tepat di Bandara Kuala Namu.
Adalah wisata konvensi (MICE=Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) menjadi salah satu andalan dunia pariwisata yang semestinya apresiasi dan kita dorong bersama-sama dan itu sangat berprospek di masa depan

Kalaulah kita tilik jauh kebelakang, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Sumut terus naik atau sudah mencapai 241.83 orang pada 2012 atau naik 8,38 persen dari 2011 yang masih sebanyak 223.126 orang, tetapi jumlah itu belum pulih dibandingkan di era tahun 1990-an yang berjumlah 400 ribuan orang di era booming saat itu. Dan Perlu di pacu sedemikian rupa sehingga terlampaui paling tidak dua kali lipat di banding era 90an, kita harus optimistis.

Salah satu keunggulan Bandara Kuala Namu tersebut ketimbang bandara lainnya di Indonesia antara lain, sistem navigasi yang lebih canggih dan ada stasiun pengisian bahan bakar pesawat yang terintegerasi dengan bandara. Sehingga tidak ada lagi Mobil tangki berseliuran di landasan bandara.

Demikian juga  stasiun kereta api Besar Medan  harus dipastikan pembangunan dapat berjalan baik, sehingga tujuan integrasi transportasi umum tersebut dapat terwujud. "Stasiun kereta api di Medan mungkin yang terbaik di Indonesia hingga kini tinggal finishingnya.Sistem tiket elektronik yang diterapkan di stasiun tersebut merupakan sistem terbaik untuk mendisiplinkan para penumpang. 

Operasional Bandara Internasional Kuala Namu (BIKN) di Deli Serdang pengganti Bandara Polonia Medan dipastikan molor lagi. Angkasa Pura II menjadwal ulang operasional Bandara Kuala Namu, September 2013 mendatang. Akibat  dua akses utama ke Bandara Kuala Namu yakni jalan arteri  sepanjang 13,5 Km  dan jalan tol sepanjang 30 Km  hingga sekarang ini belum beres adalah terkendalanya peresmian bandara tersebut.