Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts

Saturday, March 29, 2014

Mengintip Pesawat Masa Depan yang Aman

Sejak Raibnya Pesawat MH 370 dengan melibatkan sejumlah negara mari kita intip bagaimana kedirgantaraan yang saling unjuk gigi, dengan segala kekuatan penuh dan tentunya semakin menantang seperti negara Amerika sendiri dengam sukarela menggunakan P8 Poseidon, pesawat yang bisa menangkap sinyal kapal selam bawah laut dan gelombang sinyal yang diproduksi Boeing.
Sedangkan Australia, Selandia Baru, Jepang dan Korea Selatan masing masing menggunakan P3 Orion. Pesawat ini bisa mendeteksi keberadaan manusia dari jarak 30 mil dan melacak tanda kehidupan di bawah laut dengan kedalaman hingga 5.000 kaki.
Sementara Cina menggunakan pesawat pengintai besar buatan Rusia, Ilyushin.
Muncul dugaan kalau Poseidonlah yang jadi incaran intelijen Cina untuk diintai, karena pesawat itu adalah model terbaru dari jenis P3 Orion.
Saking khawatirnya, negara yang terlibat saling membuka mata. Tim pencari dari Australia, seperti diberitakan Reuters, bahkan selalu terbang bersama dengan tim Cina. Belum jelas apakah itu merupakan alasan keamanan atau hanya untuk sekedar membantu komunikasi saja. 
Namun di balik semua itu indonesia diam diam menyiapkan juga pesawatnya yakni N2130
Habibie  dengan 63 hak patennya dibidang Aeronatika, kita tunggu saja apa gebrakan Habibe.


Thursday, July 18, 2013

Google Maps versi desktop yang baru

Google Maps for Android
Google Maps for Android (Photo credit: Wikipedia)
 Melalui Twitter, Google mengumumkan dibukanya Google Maps versi desktop yang baru untuk semua orang. Kini, pengguna bisa dengan bebas menjajal layanan peta tersebut tanpa membutuhkan undangan (invitation).

Seperti dikutip dari PC World, Google Maps yang baru ini menggunakan peta berbasis grafis vektor dan gambar berkualitas tinggi serta mengusung antarmuka baru. Tetapi, penekanan utamanya terletak pada personalisasi.

Ketika pengguna meminta petunjuk arah ke tujuan, misalnya, Google Maps kini hanya menyoroti jalan-jalan dan patokan-patokan (landmark) yang perlu diketahui pengguna saja sehingga mempermudah proses navigasi.
Google
Google Maps baru
Petunjuk jalan untuk jalur pengemudi kendaraan dan transportasi umum ditampilkan secara berdampingan sehingga pengguna bisa memilih moda perjalanan mana yang lebih cepat mengantar sampai tujuan.

Hasil pencarian kini juga dilabeli langsung di peta. Google Maps versi baru ini pun mampu mempelajari perilaku dan memberi saran lokasi-lokasi menarik yang ada di sekitar tempat pengguna berada.

Fitur lama hilang

Meski dijejali berbagai macam fitur anyar, beberapa pengguna menemukan bahwa Google Maps baru ternyata justru menghilangkan sejumlah fitur yang ada pada versi lama.

"(Google Maps baru) menghilangkan sekitar 50 persen fitur lama seperti multi-point routing," keluh seorang pengguna menanggapi pengumuman Google di Twitter.

Google Maps versi lawas memang menyediakan opsi untuk menetapkan beberapa tujuan sekaligus dalam petunjuk jalan untuk pengguna yang butuh menyambangi sejumlah tempat dalam perjalanan.

Hal lainnya yang juga hilang adalah opsi "terrain view". Sementara, sejumlah pengguna dibuat bingung dengan tidak adanya tombil "My location" yang dulu mudah ditemukan.

Untungnya, Google masih berbaik hati menyediakan opsi untuk kembali ke Google Maps versi lama untuk pengguna yang kurang sreg dengan pembaruan-pembaruan yang diterapkan pada layanan ini.

Pilihan tersebut tersedia melalui tombol "settings" di pojok kanan atas layar, dalam bentuk option bernama "Classic Maps". Bisa pula diakses dengan mengklik "Help and Feedback" dan memilih opsi "Return to classic Google Maps". Jika diinginkan, pengguna bisa beralih secara permanen ke tempilan lama.

Jadi, tak ada salahnya mencoba Google Maps versi baru. Siapa tahu cocok dengan selera. Kunjungi tautan berikut ini untuk menjajalnya.
Sumr: PC W                          orld
Enhanced by Zemanta

Wednesday, July 17, 2013

Toilet Sumber Listrik

English: Human urine in a toilet at the Denver...
English: Human urine in a toilet at the Denver Museum of Contemporary Art with a sticker alluding to Marcel Duchamp's Fountain. (Photo credit: Wikipedia)
Sangat mungkin terwujud  dimasa depan  "Toilet Sumber energi Listrik disetiap rumah, mana kala misalnya mengisi ulang baterai telepon seluler kini bisa dilakukan dengan urine. Ilmuwan dari Bristol Robotics Laboratories (BRL) di Inggris, badan yang merupakan kerja sama antara University of the West of England dan University of Bristol, menciptakan sel bahan bakar yang memakai urine dan bakteri untuk menghasilkan listrik.

"Keunggulan sumber bahan bakar ini adalah kita tidak perlu bergantung pada kondisi alam yang tidak menentu seperti angin atau matahari. Kita benar-benar memakai kembali limbah untuk menghasilkan energi," ujar Loannis Leropoulos, insinyur BRL yang terlibat pengembangan, seperti dikutip Livescience, Selasa (16/7/2013).

Urine dipilih karena merupakan salah satu sumber energi yang akan selalu terjaga ketersediaannya selama manusia masih ada. Manusia dan hewan ternak di seluruh dunia menghasilkan sekitar 38 miliar liter (sekitar 10 miliar galon) urine setiap hari. 

Untuk membangkitkan energi dengan urine, perekayasa BRL menumbuhkan bakteri pada anoda serat karbon yang ada di dalam silinder keramik pada sel bahan bakar. Ketika urine melewati silinder tersebut, bakteri akan memecah gula dan senyawa lain untuk menghasilkan listrik.

Bakteri yang digunakan dalam proses ini sama seperti bakteri pada sistem pengolahan air limbah. Sementara biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan sel bahan bakar dari urine ini hanya sebesar 2 dollar AS. Pembangkitan listrik dengan cara ini sangat murah dan cukup sederhana.

Hasil penelitian awal menunjukkan, listrik yang dihasilkan sel bahan bakar yang menggunakan urine ini mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk beberapa aktivitas dengan telepon seluler, seperti mengirim pesan singkat, berselancar di internet, serta melakukan panggilan singkat. 

Listrik yang dihasilkan memang masih terbatas. Namun, ilmuwan berencana untuk terus mengembangkannya sehingga listrik yang dihasilkan lebih besar, dan ke depan mungkin tak hanya untuk mengisi ulang baterai telepon seluler. Instalasi sel bahan bakar nantinya diharapkan bisa dipasang di kamar mandi untuk mendukung kebutuhan listrik shower dan lampu. (Dyah A N)
Enhanced by Zemanta