Showing posts with label parawisata. Show all posts
Showing posts with label parawisata. Show all posts

Friday, June 7, 2013

Indonesia Yacht Show 2013 Dibuka 8-9 Juni 2013





Jakarta secara resmi terpilih menjadi tuan rumah "Indonesia Yacht Show 2013" yang akan digelar pada 8-9 Juni 2013 tepatnya di Batavia Sunda Kelapa, Jakarta.
Jakarta secara resmi terpilih menjadi tuan rumah "Indonesia Yacht Show 2013" yang akan digelar pada 8-9 Juni 2013 tepatnya di Batavia Sunda Kelapa, Jakarta.

Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Firmansyah Rahim di Jakarta, Rabu, mengatakan, Jakarta dipilih menjadi tuan rumah salah satunya karena memiliki kawasan Batavia Sunda Kelapa yang di dalamnya ada luasan venue 3.000 meter persegi.

"Kami harapkan venue ini dapat terisi penuh oleh perusahaan-perusahaan kapal yacht dan alat-alat yang berhubungan dengan yacht serta dapat menarik banyak minat pengunjung pameran baik dari nasional maupun internasional," katanya.

Pihaknya sendiri mendukung penuh penyelenggaraan ekshibisi wisata kapal layar yang memang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia tersebut.

Penyelenggaraan show tersebut ditargetkan mampu membantu mengembangkan dan mempromosikan destinasi wisata bahari Indonesia, khususnya wisata kapal layar (yacht) baik di dalam mapun di luar negeri.

"Ini juga untuk membantu pemerintah dalam upaya mengembangkan wisata MICE, khususnya di bidang industri bisnis pameran yang mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara datang ke Indonesia," kata Firmansyah.

Pameran itu, kata Firmansyah, sekaligus bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan produk-produk kapal wisata yacht baik dari produksi dalam dan luar negeri.

"Kami berharap melalui pameran ini juga terlain jembatan penghubung antara perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan/maritime dan lifestyle kepada konsumen di Indonesia," katanya.

Indonesia Yacht Show 2013 merupakan inisiasi yang diharapkan dapat menjadi contoh dan dapat diikuti bagi para pelaku wisata lainnya dalam menyelenggarakan event pameran

Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Firmansyah Rahim di Jakarta, Rabu, mengatakan, Jakarta dipilih menjadi tuan rumah salah satunya karena memiliki kawasan Batavia Sunda Kelapa yang di dalamnya ada luasan venue 3.000 meter persegi.

"Kami harapkan venue ini dapat terisi penuh oleh perusahaan-perusahaan kapal yacht dan alat-alat yang berhubungan dengan yacht serta dapat menarik banyak minat pengunjung pameran baik dari nasional maupun internasional," katanya.

Pihaknya sendiri mendukung penuh penyelenggaraan ekshibisi wisata kapal layar yang memang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia tersebut.

Penyelenggaraan show tersebut ditargetkan mampu membantu mengembangkan dan mempromosikan destinasi wisata bahari Indonesia, khususnya wisata kapal layar (yacht) baik di dalam mapun di luar negeri.

"Ini juga untuk membantu pemerintah dalam upaya mengembangkan wisata MICE, khususnya di bidang industri bisnis pameran yang mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara datang ke Indonesia," kata Firmansyah.

Pameran itu, kata Firmansyah, sekaligus bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan produk-produk kapal wisata yacht baik dari produksi dalam dan luar negeri.

"Kami berharap melalui pameran ini juga terlain jembatan penghubung antara perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan/maritime dan lifestyle kepada konsumen di Indonesia," katanya.

Indonesia Yacht Show 2013 merupakan inisiasi yang diharapkan dapat menjadi contoh dan dapat diikuti bagi para pelaku wisata lainnya dalam menyelenggarakan event pameran tersebut.(Antara)

Friday, May 3, 2013

MEDAN CITY

 Istana Maimun





Medan it stated that the name of Medan was actually derived from Medina which is actually a holy city in the western of Saudi Arabia
City of Medan, it is officially the capital of South Sumatra province. Medan is the largest fourth city after Jakarta, Surabaya and Bandung.
Dated back to the early history, Medan was early build by Guru Patimpus Sembiring Pelawi in 1590. It was firstly found by European man named John Anderson who came to the city name Medan with total inhabitant around 200 people, and it was considered as the place of Sultan of Deli. In 1883, Medan became a significant city outside Java, after the colonial government had started to open the company field in large scale.
At the end of 19th century and on early 20th century, there was a large two migration to Medan. The first wave of the arrival was the arrival of Tionghoa and Javanese people as contract plantation laborers. The second wave was the arrival of the Minangkabau, Mandailing, and Aceh people. They came to Medan was not to work as plantation laborers, but to trade, became a teacher and scholar.
Medan is the city of diversities, there are some ethnics living under one roof and live peacefully without any disturbances among them. As we know, Medan is the home of Batak people, although, traditionally it is a Melayu Kampung. More recently more and more of the Batak ethnic minority have come to the city to make what was once a minority become a fairly sized community. However, Batak homelands are found throughout North Sumatra. Even in Medan, there is also a large ethnic Javanese community here, largely made up of the descendants of people transported from Java in the last century as part of the government’s transmigration policy, an attempt to relieve the chronic overcrowding of Java.
A highly visible component of Medan’s population is shown by the large number of Chinese people, who are very active in the business sector, and unlike the ethnic Chinese in many other parts of Indonesia continue to speak Hokkien.
By those diversities, the language that being spoken by Medan people are vary from the language of Indonesian, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pak-Pak, Batak Angkola, Batak Toba, Deli Malay, Javanese, Hokkien (Min Nan), Tamil, Acehnese, Minangkabau and English.
As the fourth largest city in Indonesia and the largest city in Sumatra, the local inhabitant in Medan is mostly make a living by doing trading. Usually, any business man from Medan is doing commodities traders. After the independence, the trade sector has consistently dominated by Tionghoa Ethnic and Minangkabau. While, the areas of government and politics, is dominated by Mandailing people. In addition, the professions that require higher skills and education, such as lawyers, doctors, notaries, and journalists, the majority is dominated by the Minangkabau.
Ihsan Marga Angkat

Looking from the landmark and the diversities among the inhabitant cultures, there should be any of sites that become tourism destination from Medan. In fact, there are lot of journey that the visitors can take to explore what’s on Medan and everything related.
First we have, The Maimun Palace. It was the legacy of Dutch colonial era. The architecture is representative the classic European style. This palace is located in Brigjend. Katamso Street.
Next stop is about Tanah Karo. It is about 78Km far from Medan. In Tanah Karo there is Brastagi area. It is located at an altitude of about 4594 feet above sea level and surrounded by mountain ranges, having very fresh air and green field sightseeing. Brastagi is also known by the city of Passion Fruit & Orange Sweet. Here the visitors can enjoy the beautiful scenery of Mount Sibayak and mount Sinabung which are both still active. Brastagi also known as a producer of various kinds of vegetables, fruit and flowers.
Approximately 47 km from Medan to Berastagi, there is Bandar Baru. Is such a small city that having comfort places to spend the time in week ends and stopping by area by enjoying roasted corn or just watching the Sikulikap waterfall and hiking route to Mount Sibayak.
Passing through the Toba Lake, a well-known and sacred lake in Medan, we can reach The Samosir Island, which is an island in the middle of the lake. Samosir Island is such a small area with large of destination that we can visit to. For instant, Tuk tuk siadong a natural landscape, the grave of King Sidabutar. Siallagan, which is the location Batak village with stone trial (court) and the place of execution which is right in the middle of the village. Simanindo is a Batak village location, with a museum that contains relics of ancient items and historic.
On the island of Samosir there are also Hot Water / Aek Hangat (Hot Spring) situated in the crater of Mount Pusuk Buhit.
In conclusion, there are lot of tourism objects that lies within Medan city as well as the diversities among the inhabitants that live peacefully under the same roof, name Medan.
Pakpak, or Batak Dairi, is an Austronesian language of Sumatra. It is spoken in Dairi Regency, Pakpak Bharat Regency, Parlilitan district of Humbang Hasundutan Regency, Manduamas district of Central Tapanuli Regency, and Subulussalam and Aceh Singkil Regency.

"Rahmat" International Wildlife Museum & Gallery



Museum & Gallery has been entered in the Record Book and has received international awards in the field of conservation efforts to prevent the extinction of wildlife in the world. Displays various collections of wildlife from the smallest to the largest according to the habitat. The atmosphere is fun, beautiful architecture and the building will be presenting real-world wildlife and natural environment.

Its founder is a fan of sport hunting and the conservation of nature lovers. Museums & Galleries Through this he invites us to better understand the diversity of wildlife that exist in the world, introduced him to our children, so we are more caring and preserving the wildlife living in the world. A place that was built as a means of education research as well as tourist attractions.
 Rahmat International Wildlife Museum & Gallery the only one in Asia that has ± 1000 species of animals of various countries. Now, after building the development that was completed on 23 October 2007, the Museum & Gallery has an area of ​​2970 m² building.
"Rahmat" International Wildlife Museum & Gallery adalah satu - satunya di Asia yang memiliki 850 koneksi satwa dari berbagai negara, tlah masuk Record Book dan menerima penghargaan internasional pada bidang koservasi dalam upaya mencegah kepunahan satwa - satwa liar di dunia. Di galery ini ditampilkan berbagai koleksi satwa liar terkecil hingga yang terbesar sesuai dengan habitatnya.Add caption











Saturday, March 30, 2013

HARAPAN DAN PELUANG SUKSES PENDATANG SERTA WISATAWAN DI KABUPATEN DAIRI


Lembaga Kebudayaan Pakpak
Di era percepatan informasi dan perubahan yang begitu pesat pada tahun 2013 tak terasa telah memasuki jelang bulan ke tiga yani di bulan Maret, perubahan cuaca dan suhu mengiringi cara dan pola kita di keseharian semakin terperangkap rutinitas semu meski demikian ada hal  baru dimana harapan  ditahun ini kita  bersama-sama, di mana banyak harapan dan semangat yang tertoreh gepita yang menggelora dalam rangka menjemput rezeki baru dari berbagai sumber, berbagai arah mata angin, termasuk dari kegiatan karir profesional sebagai suatu keharusan, yang tentunya menjadi idaman setiap individu untuk bisa dicapai demi kesuksesan dan pencapaian pribadi yang utuh dan berintergritas. Oleh karena itu, semestinya kita analisa secara mendalam mengenai peluang sektoral yang mempengaruhi kesuksesan anda dimasa depan. Refensi ini adalah salah satu dari sekian banyak membentang yang perlu anda pikirkan sehingga anda  tidak hanya terjerembab dalam keruhnya riuh kota metropolitan yang kian tak bersahabat dengan kemampuan anda beradaptasi.

 Adapun uraian ini agar anda meraih sukses di Seluruh kawasan Nusantara utamanya di Kota Sidikalang, Salak, Sidiangkat, Sumbul, dan lainnya  sebagai gambaran di uraikan secara singkat dibawah yakni :
Salah satu   Sektor yang paling berpeluang di Kabupaten Dairi adalah Pertambangan pt.dpm.co.id para pencari kerja secara umum, biasanya karena faktor gaji yang tinggi. memasuki tahun 2013, bisnis Mining sedang mengalami pasang surut akibat ketidakstabilan harga di pasar dunia serta Indonesia, namun bidang usaha tambang masih banyak peminat pelamarnya dan tidak kalah dengan jumlah peminat pelamar Teknologi Informatika, bahkan bidang ini (Mining) termasuk sektor usaha paling potensial untuk diburu Job Seekers karena juga merupakan salah satu komoditi utama & penting yang selalu digunakan pada setiap negara didunia.

Anda  pasti setuju bahwa Bidang IT adalah yang masih sentral pencari pekerja dan  semakin digandrungi, khususnya pada kesempatan karirnya sendiri, di mana seiring dengan makin pesatnya Demand perusahaan yang memerlukan tenaga berspesifikasi keamanan serta pemeliharaan sistem komputerisasi yang efektif. Bahkan ditinjau pada faktor Future Growth-nya, sektor IT sejatinya akan terus melonjak pesat, Era mobile masa kini sudah menghadirkan program berkualitas berbasis Mobile Application.

Sektor yang tak kalah pesatnya adalah masuknya  Perbankan , tentu saja Anda akan menyetujuinya bahwa tetap akan menjadi prioritas Sebab, jika dikaji dari fungsi Banking yang notabene menjadi salah satu tolak ukur pertumbuhan perekonomian di tanah air,  apalagi kota sidikalang  akan munculnya  bank-bank lainya sebagai percepatan pertumbuhan  investasi selain itu juga semakin melonjaknya persaingan institusi perbankan, baik yang berstatus swasta maupun milik negara. Diperlukannya banyak tenaga handal guna di posisikan pada devisi-devis penting di bagian perbankan yakni Teller, CS BO,  GM, MM dan lain sebagainya

Tak Kalah pentingnya untuk membangun Pendidikan yang layak di nusantara juga semakin menuntut adanya tenaga spesialis pendidikan, yang khususnya ditujukan bagi para penyedia layanan kemampuan atau pengetahuan tidak formal, seperti institusi yang mengadakan proses pelatihan dan dan proses sertifikasi pada tingkat individu maupun korporasi. Dalam sektor ini juga didedikasikan bagi para pekerja profesional pada ruang lingkup Soft Skill, seperti Motivator, dan lain sebagainya.( walau tak dipungkiri CPNS adalah rating tertinggi idaman dan harapan terbesar di dua kabupaten tersebut bahkan sebagai batu loncatan bagi masyarakat sumut)
Berikut Prospek Wisata di Kabupaten Dairi yang sangat  berpeluang besar menjadi andalan wisata di sumut, setidaknya fakta dan tempat ini sebagai peluang promosi wisata yang menjanjikan dan anda adalah duta wisatanya.
Air Terjun Lae Baski
Tempat Wisata di Dairi di Desa Pardomuan, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, berjarak 40 Km dari Kota Sidikalang. 
Air Terjun Lae Pendaroh
Tempat Wisata di Dairi yang berada di Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, berjarak 11 Km dari Kota Sidikalang.
Danau Sicikeh-cikeh
Tempat Wisata di Dairi di Hutan Wisata Sicikeh-cikeh di Desa Pancar Nuli, Kec Sidikalang, dengan pemandangan 3 danau yang letaknya berdekatan, koleksi flora dan fauna, cocok untuk lintas alam, berkemah, dan berburu foto.
Danau PLTA
Tempat Wisata di Dairi yang lokasinya di Desa Tanjung Beringin, Kec. Sumbul, berjarak 31 Km dari Kota Sidikalang.
Gua Lae Paku
Tempat Wisata di Dairi yang berada di Desa Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang. Tidak ada info lain tentang tempat ini.
Monumen DR. L. Manik
Tempat Wisata di Dairi di Desa Sitinjo, Kec. Sitinjo, 10 Km dari Kota Sidikalang, berupa monumen DR. Liberty Manik, pencipta lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” yang lahir di Sidikalang.
Panorama Indah Letter S
Tempat Wisata di Dairi yang berada di Desa Sitinjo, Kec. Sitinjo, berjarak sekitar 10 Km dari Kota Sidikalang.

Puncak Sidiangkat
Tempat Wisata di Dairi yang lokasinya berada di Km 7 Jl. Sidiangkat – Aceh Selatan, Kec. Sidikalang, 7 Km dari Kota Sidikalang.
TamanWisataImanSitinjo
Tempat Wisata di Dairi di Bukit Sitinjo, Kec Sitinjo, dengan hutan pinus luas, udara sejuk, sungai yang mengalir ke Air Terjun Lae Pandaroh, masjid, pura, patung Budha setinggi 5 m di dalam vihara, gereja, patung dan simbol religius lainnya.
Tao Silalahi
Tempat Wisata di Dairi yang merupakan bagian dari Danau Toba yang kabarnya sangat indah, berada di Desa Silalahi I, II, III, dan Paropo. Perairan Danau Toba di Kecamatan Silahisabungan ini merupakan palung terdalam di dunia, dengan kedalaman 905 m.
Wisata Hutan Lindung
Tempat Wisata di Dairi yang lokasinya berada di Desa Tanjung Beringin, Kec. Sumbul, berjarak sekitar 31 Km dari Kota Sidikalang.
Tempat lain yang mungkin menarik adalah Bangunan Jerro, Batu Aceh, Batu Kerbo, Gua Dalam Panjang Kendet Liang, Gua Sitanduk-tanduk, Hutan Wisata Lae Pondom, Kangkung, Mata Air Bonian, Rumah Adat Pakpak, Silemboyah, dan Uruk Sembelein.

Dan yang terakhir adalah Pertanian yang  menjadi andalan di dua kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat tentunya sangat berpeluang membuka lahan pertanian secara individu dan korporat. 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Mei 2012 tenaga kerja di sektor pertanian mencapai 41,20 Juta jiwa atau sekitar 43,4% dari jumlah total penduduk Indonesia. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 4,76% atau sebesar 1,9 juta dibandingkan Agustus 2011. Indonesia menempati urutan ke 3 dunia setelah China (66% ) dan India (53,2%).
Sektor pertanian di Indonesia sungguh sangat strategis untuk meningkatkan taraf hidup penduduk di pedesaan, penyediaan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan sektor pertanian ke depan seyogianya dengan sasaran utama peningkatan kesejahteraan masyarakat petani dan pemantapan ketahanan pangan nasional.
Komitmen Pemerintah untuk memajukan sektor pertanian sudah besar. Mengingat kemampuan pendapatan negara terbatas, alokasi biaya pembangunan sektor pertanian menjadi tidak ideal. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2013 untuk alokasi anggaran program sektor pangan sebesar Rp. 83 triliun atau sepertiga dari anggaran belanja pegawai yang besarnya mencapai Rp 241 triliun. Anggaran pangan tersebut hanya mencakup untuk 2 (dua) kegiatan, yaitu stabilisasi harga pangan bagi pemenuhan kebutuhan rakyat sebesar Rp. 64,3 triliun, serta pembangunan infrastruktur irigasi Rp. 18,7 triliun.
Dengan 7% dari total anggaran di APBN 2013, diharapkan anggaran untuk sektor ini mampu menyelesaikan berbagai persoalannya, termasuk persoalan ketenagakerjaan. Mengacu pada ukuran Organisasi Pangan Dunia (FAO), dana bagi sektor pertanian suatu negara, diharuskan sebesar 20% dari total anggaran untuk membiayai pembangunannya.
Kini saatnya peran para perantau untuk  memberikan dukungan secara nyata agar terdorongnya sektor pertanian agar menumbuhkan minat berwirusaha Mereka yang berpendidikan rendah pada umumnya adalah petani yang tinggal di daerah pedesaan, kondisi ini juga semakin menyulitkan dengan semakin berkurangnya upaya pendampingan dalam bentuk penyuluhan pertanian. Di sisi lain, bagi sebagian besar penduduk pedesaan, sudah kurang tertarik lagi bekerja dan berusaha di sektor pertanian, sehingga mengakibatkan semakin tingginya urbanisasi ke perkotaan. Mereka yang berpendidikan rendah pada umumnya adalah petani yang tinggal di daerah pedesaan, kondisi ini juga semakin menyulitkan dengan semakin berkurangnya upaya pendampingan dalam bentuk penyuluhan pertanian. Di sisi lain, bagi sebagian besar penduduk pedesaan, sudah kurang tertarik lagi bekerja dan berusaha di sektor pertanian, sehingga mengakibatkan semakin tingginya urbanisasi ke perkotaan.
Hal hanya dapat ditekan dengan mengembangkan agroindustri pertanian di pedesaan, karena dapat membuka peluang keterlibatan seluruh pelaku, termasuk kelompok penduduk di pedesaan. Kelompok ini sesungguhnya dapat lebih memegang peranan penting dalam seluruh proses produksi usaha tani. Mereka berpeluang menjadi penyediaan dan distribusi sarana produksi, usaha jasa pelayanan alat dan mesin pertanian, usaha industri pasca panen dan pengolahan produk hasil pertanian, usaha jasa transportasi, pengelolaan lembaga keuangan mikro, sebagai konsultan manajemen agribisnis, serta tenaga pemasaran hasil-hasil produk agroindustri. perlunya pembangunan pertanian dilakukan secara komprehensif dan terpadu dengan pengembangan sektor komplemennya (agroindustri, penyediaan kredit, teknologi melalui penyuluhan, dan pasar), sehingga menghasilkan nilai tambah di luar lahan dan upah tenaga fisik mereka.
Demikianlah kiranya semoga tulisan ini bermanfaat dengan pendekatan kajian oleh Rajbani Fundation sebagai awal pemetaan dan peluang sebesar besarnya bagi masyarakat umumnya dan masyarakat pemegang hak ulayat tanah pakpak utamanya.