Monday, May 20, 2013

(IIAC) Korea Selatan, sebagai Sister Airport Bandara Kualanamu

English: Departures at Incheon Airport
English: Departures at Incheon Airport (Photo credit: Wikipedia)
English: A trio of Asiana Airlines aircraft at...
English: A trio of Asiana Airlines aircraft at the Incheon International Airport, near Seoul (Photo credit: Wikipedia)


Dalam membangun Bandara Kuala Namu, PT Angkasa Pura II (Persero) menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) Korea Selatan, sebagai  Sister Airport  Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. 

Incheon Korea Selatan merupakan salah satu bandara terbaik di dunia. “Kita berharap Bandara Kualanamu juga menjadi salah satu bandara terbaik di dunia,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko, di Jakarta, Selasa (26/6).   

Menurut Tri, kerja sama seperti itu memberikan banyak keuntungan bagi Angkasa Pura II. “Bandara Kualanamu akan menjadi salah satu bandara pengumpul (hub) yang cukup diperhitungkan di kawasan regional,” kata dia.

Ia menambahkan, kerja sama ini juga akan memberikan dampak yang cukup besar bagi Angkasa Pura II dalam mengelola Bandara Kualanamu,  yang rencananya dijadwalkan beroperasi penuh pada awal 2013 mendatang.   

"Incheon, selain sebagai bandara terbesar di Korea Selatan dan menjadi salah satu bandara tersibuk di Asia dalam hal pelayanan penumpang, juga menjadi bandara tersibuk kedua dalam jalur pelayanan kargo internasional," kata Tri.

Tri menjelaskan, kerja sama yang dibangun antara lain meliputi asistensi dalam bidang teknik, modernisasi, perbaikan, dan investasi serta bidang evaluasi pasar. Dalam bidang teknik, IIAC akan menyediakan dukunganya dalam pengoperasian, manajemen, pembangunan, pemasaran, strategi pengumpul, serta pendidkan dan pelatihan. 

Kemudian dalam bidang modernisasi, ruang lingkupnya meliputi perbaikan dan investasi yang diharapkan mendorong kedua belah pihak dapat memilih untuk membagi informasi terkait dengan usaha perbaikan maupun modernisasi untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa.   

"Tidak menutup kemungkinan, jika tujuan bersama tercapai, kedua belah pihak dapat pula bersama-sama berinvestasi dalam proyek pembangunan bandara baru," kata Tri.

Dalam bidang evaluasi pasar, kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pemasaran bersama, program pertukaran personel, studi banding, maupun kerja sama lain yang tidak hanya berhubungan dengan Bandara Kualanamu, tetapi juga berhubungan dengan bandara lain yang dikelola oleh Angkasa Pura II.   Perjajian Sister Airport ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan bersama.

Bandara Kualanamu adalah bandara baru yang dibangun untuk menggantikan Bandara Polonia di Kota Medan, yang telah cukup lama mengalami kelebihan beban pelayanan (over capacity). Saat ini, Polonia yang berkapasitas  900.000 penumpang, melayani sekitar 7,1 juta pergerakan penumpang per tahun. 

Sementara kapasitas Bandara Kualanamu yang terletak di atas lahan seluas 1.365 hektare di Kabupaten Deli Serdang, disiapkan untuk melayani hingga 8,1 juta penumpang per tahun,  dengan area terminal penumpang seluas 86.000 m2 (Tahap I). Bandara tersebut akan terus dikembangkan hingga mencapai kapasitas maksimalnya.

Bandara Kualanamu akan dilengkapi  dua runway paralel, apron seluas 30 ha berkapasitas maximum 33 pesawat, terminal kargo seluas 13.000 m2 dengan kapasitas 3 pesawat (65.000 ton/ tahun), area parkir berkapasitas sekitar 1400 kendaraann roda empat taxi. 

Untuk aksesibilitas, Bandara Kualanamu yang dilengkapi 10 gerbang masuk, akan didukung oleh akses jalan tol dan kereta api khusus bandara.

Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Angkasa Pura II dengan Incheon International Airport Corporation (IIAC) dilakukan di Jakarta, Senin, 25 Juni 2012.

Dalam penandatanganan tersebut, PT Angkasa Pura II diwakili Direktur Utama, Tri S Sunoko dan IIAC, diwakili President & CEO Mr. CW Lee. Sementara itu, hadir pula sebagai saksi, Duta Besar Korea Selatan Mr. Young Sun Kim, Gurbernur Sumatera Utara Gatot Pujonugroho, Bupati Deli Serdang,
Enhanced by Zemanta

No comments:

Post a Comment